Main menu

  • Vote1.jpg?itok=1vj-Gbx9

Menciptakan kampanye yang menyebar seperti virus

Jika ada orang Indonesia di media sosial Anda, mungkin Anda menyadari banyak yang mengganti foto profil mereka menjadi seperti di atas. Walaupun tidak dengan nomor ‘5’.

Ini adalah kampanye untuk mendukung salah satu calon presiden di pemilu Juli mendatang. Dimulai dari beberapa tokoh masyarakat yang mendukung kandidat nomor ‘2’ Jokowi, kampanye ini telah menyebar luas. Sampai hari ini, lebih dari 18.000 pendukung Jokowi menggunakan template dengan nomor ‘2’ sebagai foto profil mereka di media sosial. Jumlah yang lumayan banyak, mengingat orang Indonesia tidak wajib memberikan suara saat pemilu.

Walaupun kami di Bullseye bukan penggemar politik (kami lebih menyukai dunia digital!), kami tertarik dengan kampanye yang sedang terjadi di Indonesia ini dan bertanya-tanya mengapa cepat sekali menyebar seperti virus? Dari segi desain, tidak ada yang spesial. Kita pernah melihat kampanye-kampanye lain yang gambarnya lebih spektakuler tapi tidak menyebar luas.

Jadi bagaimana caranya agar bisa menyebar seperti virus? Mari kita lihat atribut kampanye ini dan beberapa kampanye lainnya yang telah membuat mereka populer.

1. Positif lebih baik daripada negatif

Dunia politik tidak selalu bersih. Banyak politisi yang sepertinya mampu melakukan apa saja untuk menang, dan ketika hanya ada dua calon presiden, persaingan menjadi semakin ketat.

Menurut rumor, ada beberapa kampanye hitam yang disebar untuk memojokkan kandidat nomor dua. Namun pendukung kandidat ini tidak mau menggunakan taktik yang sama. Sebaliknya, mereka menganggap dengan mengganti foto profil mereka, mereka menunjukkan dukungannya dengan cara yang positif.

Intinya: Konten yang positif selalu lebih baik daripada yang negatif.

2. Pesan

Setiap kampanye harus memiliki pesan. Pesan apa yang disampaikan kampanye ini? Penggunaan slogan ‘I stand on the right side’ cukup cerdas. Bagaimana pun cara Anda menafsirkannya, sepertinya slogan ini tidak bisa salah.

  • Mungkin slogan tersebut berarti Anda memilih sisi yang benar (right), kebalikan dari salah.
  • Kami membaca dari kiri ke kanan dan hanya ada dua kandidat untuk dipilih (nomor satu dan dua), jadi nomor dua akan ada di sebelah kanan (right) kertas suara.
  • Lebih dalam lagi, bisa juga berarti Anda mendukung politik sayap kanan. Saya ragu orang Indonesia mendukung kapitalisme; namun, sayap kiri diasosiasikan dengan komunisme dan jika Anda mengenal sejarah Indonesia, komunisme sangat ditentang.
  • Di Indonesia, secara umum sebelah kanan dianggap lebih baik daripada sebelah kiri. Contohnya, Anda diharapkan cakap menggunakan tangan kanan (jangan kaget jika masih banyak orangtua yang tidak mau anaknya menjadi kidal). Berjabat tangan atau memberi sesuatu kepada orang lain dengan tangan kiri dianggap tidak sopan. Bahkan orang menyebut tangan kanan sebagai ‘tangan baik’ dan tangan kiri sebagai ‘tangan jahat’ (diskriminasi terhadap anggota badan sendiri, ya?).

Intinya: Buat pesan yang bisa dimengerti dan relevan dengan budaya orang-orang yang Anda targetkan. Mungkin pesannya bisa disamarkan tapi maknanya harus tetap tersirat.

3. Personalisasi

Orang-orang suka personalisasi. Personalisasi membuat konten yang bersifat umum menjadi unik dan spesial. Itu sebabnya, menurut saya, Harlem Shake begitu populer tahun lalu. Dan jika Anda masih ingat ‘Dumb Ways to Die’ by Metro Trains Melbourne, Anda akan menemukan banyak parodinya di YouTube. Pembuatan video-video ini menyita banyak tenaga. Tapi orang-orang tetap suka membuatnya. Untuk kampanye presiden ini, Anda cukup menambahkan foto Anda. Sangat mudah.

4. Bermain dengan emosi

Jika Anda bicara tentang logika, orang-orang akan berpikir. Sentil emosinya dan mereka akan bertindak. Anda bisa menggunakan berbagai macam emosi: suka cita, rasa takut, amarah, rasa kagum, rasa cemas, kaget, dll. Dumb Ways to Die menggabungkan sesuatu yang imut dengan kekerasan, yang menciptakan kombinasi humor dengan kejutan. What Does the Fox Say? adalah video yang lucu dan menggelitik rasa penasaran Anda, mengajak Anda untuk menebak atau membuat suara-suara sendiri. Harus saya akui saya memamerkan dukungan saya terhadap tim sepak bola Belanda di media sosial sepanjang Piala Dunia. Hal ini memberi saya kebangaan tersendiri dan mungkin, harapan agar mereka menang. Koneksi emosional sangat penting jika ingin menyebar luas seperti virus.

5. Waktu adalah uang

Seperti hal-hal lainnya, waktu sangatlah penting. Rasanya tidak mungkin Anda menjual minuman coklat panas saat musim panas yang terik. Kampanye presiden ini dimulai sekitar satu bulan sebelum pemilu. Rasanya tidak mungkin kampanye ini bisa menyebar luas dan cepat jika pemilunya masih dua tahun lagi. Saya memberikan contoh-contoh sederhana, tapi pelaksanaannya mungkin jauh lebih sulit dan tidak segamblang itu.

Menciptakan kampanye yang bisa menyebar seperti virus tidaklah mudah. Kuncinya adalah Anda harus berpikir seperti pelanggan Anda. Apa yang mereka suka? Apa yang mereka rasakan? Apa yang mereka butuhkan? Apa yang menggerakkan mereka? Di saat yang bersamaan, Anda harus tetap memegang teguh visi produk Anda dan menyampaikan pesannya.

Menurut Anda, faktor penting apa yang bisa membuat kampanye tersebar seperti virus?

 

June 24, 2014
Views: 2,618
Comments: Comments
Tags:
viral campaign

Latest works

Bayer_animal_health.jpg?itok=q8NkNYCl

Bayer Animal Health

WW-CaseStudies_Thumb.jpg?itok=kneCHc9n

White Wings

WW-CaseStudies_Thumb final.jpg?itok=Z9MbZAAg

Jacques Lemans

Kami adalah bagian dari

Agensi digital yang memahami Anda.